Notification

×

Iklan

Iklan

Ruang Lingkup Gelar Ruang Muda #2, Telusuri Jejak Sejarah Aceh dan Turki

27 September 2026 | September 27, 2026 WIB Last Updated 2026-09-27T16:50:25Z
Ruang Lingkup Gelar Ruang Muda #2, Telusuri Jejak Sejarah Aceh dan Turki, ist


Kasusaceh.com | Banda Aceh — Komunitas Ruang Lingkup kembali menghadirkan ruang belajar bagi generasi muda melalui Ruang Muda #2 yang digelar di Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai, Desa Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Minggu (27/9/2026).

Mengangkat tema “Menembus Batas Zaman: Menelusuri Jejak Aliansi Strategis Aceh dan Turki Utsmani di Makam Tengku Dibitai”, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Peserta diajak mengenal sejarah hubungan Aceh dan Turki Utsmani sebelum kemudian melihat langsung salah satu jejak sejarah tersebut di kawasan Bitai.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sharing session dan diskusi bersama Muhammad Haykal, Chairman Tarara Global Humanity sekaligus Sekretaris Persatuan Alumni dan Masyarakat Aceh–Turki. Diskusi membahas perjalanan hubungan diplomasi serta militer Aceh dan Turki Utsmani, termasuk berbagai simbol jejak sejarah yang masih bertahan.

Salah satu poin penting yang dibahas dalam diskusi tersebut adalah keagungan Bendera Alam Peudeung sebagai identitas resmi Kesultanan Aceh Darussalam. Haykal menjelaskan bagaimana simbol pedang tunggal (peudeung) bersilang dengan bulan bintang pada latar merah melambangkan kedaulatan, keberanian, serta pilar penegakan hukum Islam di Bumi Serambi Mekkah. Bendera ini juga menjadi bukti nyata pengaruh estetika dan simbolisme militer Utsmaniyah yang melekat erat dalam identitas visual Kerajaan Aceh kala itu.

Suasana diskusi berlangsung terbuka. Peserta diberikan ruang untuk bertanya, menyampaikan pandangan, dan menggali lebih jauh cerita sejarah yang berkaitan dengan kawasan Bitai serta peranan Alam Peudeung dalam pemersatu rakyat Aceh di masa lampau. Pembahasan tersebut menjadi pengantar sebelum peserta diajak melihat langsung situs yang menjadi bagian dari sejarah tersebut.

Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan Historical Walk dan ziarah ke Kompleks Makam Teungku Chik Di Bitai. Peserta berjalan menyusuri kawasan makam sambil mendapatkan penjelasan mengenai sejarah dan keterkaitan situs tersebut dengan perjalanan hubungan Aceh dan Turki Utsmani.

Founder Komunitas Ruang Lingkup, Harir Rizky Tullah, mengatakan Ruang Muda dihadirkan sebagai ruang belajar yang memungkinkan anak muda mengenal berbagai persoalan dan pengetahuan melalui pengalaman secara langsung.

“Kami ingin sejarah tidak hanya berhenti sebagai cerita yang dibaca. Setelah berdiskusi mengenai diplomasi hingga simbol kedaulatan seperti Alam Peudeung, peserta kami ajak melihat langsung tempat yang menjadi bagian dari sejarah tersebut. Dengan begitu, ada pengalaman yang bisa dibawa pulang dari setiap pertemuan,” ujar Harir.

Menurut Harir, Ruang Muda merupakan bagian dari upaya Komunitas Ruang Lingkup untuk menghadirkan kegiatan yang mempertemukan anak muda dengan pengetahuan, sejarah, budaya, dan berbagai persoalan di sekitarnya melalui ruang yang lebih terbuka dan dekat dengan mereka.

Ruang Muda #2 ditutup dengan ziarah dan refleksi bersama. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal kembali salah satu bagian dari perjalanan sejarah Aceh yang masih dapat ditemui hingga hari ini.

Melalui kegiatan ini, Komunitas Ruang Lingkup berharap semakin banyak anak muda yang tertarik untuk mengenal sejarah Aceh, mengunjungi situs-situs bersejarah, serta turut menjaga warisan sejarah sebagai bagian dari identitas dan pengetahuan bagi generasi berikutnya. []
×
Berita Terbaru Update