Dukungan tersebut merespons surat Gubernur Aceh tertanggal 27 Februari 2026 yang ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Dalam surat itu, Gubernur meminta agar gas alam dari perairan Aceh tidak langsung dialirkan ke luar daerah, melainkan dikelola secara lokal untuk memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Aceh.
"Pernyataan Gubernur sangat tepat dan strategis dari sudut pengembangan ekonomi serta sejarah Aceh saat ini, terutama dalam konektivitas antara pusat dan daerah terkait pengelolaan sumber daya alam," ujar Muhsinuddin di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (4/6/2026).
Muhsinuddin menekankan bahwa langkah ini penting agar masyarakat Aceh tidak lagi hanya menjadi penonton di tanah sendiri. Ia mengingatkan kembali memori kolektif masyarakat terkait eksploitasi gas alam di masa lalu.
"Rakyat Aceh memiliki memori kolektif yang mendalam terkait eksploitasi gas alam di masa lalu. Aceh sempat menjadi penyumbang devisa terbesar bagi pusat, namun daerah di sekitar lingkar tambang tetap miskin dan angka pengangguran tinggi," jelasnya.
Menurut akademisi ini, pengolahan gas di Arun akan membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru bagi generasi muda serta masyarakat setempat. Ia menilai tuntutan Gubernur merupakan bentuk keadilan distributif yang berhak disuarakan oleh kepala daerah demi kemakmuran rakyatnya.
"Namun, hal ini tidak boleh berhenti sekadar retorika. Seluruh pihak yang memiliki kapasitas harus memberikan kekuatan penuh untuk mewujudkan harapan ini," tegas Muhsinuddin.
Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, juga telah membenarkan adanya surat permohonan tersebut. Ia menerangkan bahwa langkah Pemerintah Aceh bertujuan untuk memastikan sumber daya alam memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
"Iya, benar surat itu ada. Tujuannya memang murni untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat Aceh, termasuk untuk meningkatkan serapan tenaga kerja lokal," kata Nurlis kepada wartawan.
Sikap ini sejalan dengan pandangan Gubernur Muzakir Manaf dalam pertemuan bersama sejumlah tokoh di Meuligoe Gubernur Aceh beberapa hari lalu. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan komitmennya bahwa Aceh harus mendapatkan manfaat nyata dari pengelolaan gas alam di perairan Andaman. []