Tak hanya Dadan, dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga turut diberhentikan. Pemerintah menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas nasional.
Pergantian ini langsung menjadi sorotan publik. Pasalnya, Dadan merupakan sosok yang sejak awal dipercaya memimpin BGN setelah dilantik pada Agustus 2024. Akademisi asal Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut dikenal sebagai figur yang berperan dalam merancang dan mengawal implementasi program MBG di berbagai daerah.
Selama beberapa bulan terakhir, BGN memang menjadi perhatian publik karena berbagai tantangan dalam pelaksanaan program MBG. Beragam kritik terkait tata kelola, efektivitas program, hingga penggunaan anggaran sempat mencuat dan menjadi bahan evaluasi berbagai pihak.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari upaya penyegaran organisasi dan tidak akan mengganggu keberlanjutan program-program strategis yang sedang berjalan. Fokus utama tetap pada percepatan pemenuhan gizi masyarakat serta peningkatan kualitas layanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
Keputusan Presiden ini pun memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi besar terhadap pelaksanaan program MBG, atau justru strategi baru untuk mempercepat pencapaian target pemerintah? Yang jelas, pergantian pimpinan BGN menjadi salah satu dinamika politik dan kebijakan publik yang paling menyita perhatian hari ini.
