![]() |
KABY Gelar Webinar Kepemimpinan dan Pembangunan SDM Bersama Bupati Terpilih Aceh Besar.ist |
Kasus Aceh | Yogyakarta – Keluarga Aceh Besar Yogyakarta sukses menyelenggarakan webinar bertema "Politik Tanpa Partai: Langkah Bupati Independen dalam Membangun SDM Aceh Besar" yang berlangsung secara virtual melalui aplikasi Google Meet. Webinar ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas isu-isu penting terkait kepemimpinan, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), dan dinamika politik lokal di Aceh Besar.
Bupati terpilih Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syeh Muharram), menjadi pemateri utama dalam sesi bertajuk “Langkah Membangun SDM dan Arah Pemuda”. Dalam presentasinya, Syeh Muharram menegaskan komitmennya untuk menghindari praktik money politics selama kampanye. Meskipun banyak tawaran dana untuk kampanyenya, ia memilih menolaknya karena percaya bahwa menerima uang dari pengusaha akan menciptakan utang politik yang berpotensi merugikan rakyat. Fokus pemerintahannya ke depan, menurut Syeh Muharram, akan berorientasi pada pengembangan sektor agraris, seperti perikanan, pertanian, perkebunan, dan peternakan, untuk memperkuat ekonomi Aceh Besar. Selain itu, ia juga berencana bekerja sama dengan akademisi, dosen, dan mahasiswa untuk membangun SDM berkualitas di daerah tersebut.
Sesi kedua diisi oleh Dr. Muhajir Al Fairusy, Dosen STAIN Dirundeng, yang membahas “Syeh Muharram dan Kekagetan Demokrasi”. Dr. Muhajir menjelaskan bahwa kemenangan Syeh Muharram sebagai calon independen dalam Pilkada Aceh Besar adalah sebuah fenomena yang menunjukkan bahwa seorang calon tanpa dukungan partai politik besar dapat meraih kepercayaan rakyat. Menurutnya, kemenangan ini mencerminkan suatu "kekagetan demokrasi" yang menunjukkan bahwa visi misi Syeh Muharram menyentuh masalah-masalah mendasar di Aceh Besar, terutama dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan ekonomi lokal.
Pemateri ketiga, Naimul Faza, yang mewakili mahasiswa Aceh Besar di perantauan, membahas peran pemuda dan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas SDM. Dalam presentasinya, Naimul Faza menekankan pentingnya pemuda untuk terlebih dahulu meningkatkan kualitas diri sebelum dapat berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia menyatakan bahwa semangat pengabdian pemuda harus diimbangi dengan kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni, agar mereka dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.
Setelah sesi materi selesai, moderator Reyfal Andesa membuka sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan datang dari Mufariq Muchlis, seorang mahasiswa Aceh Besar yang sedang studi di Yogyakarta. Mufariq bertanya tentang komitmen Syeh Muharram untuk mendukung mahasiswa Aceh Besar di perantauan, khususnya dalam menyediakan fasilitas seperti asrama mahasiswa. Menanggapi pertanyaan ini, Syeh Muharram menyatakan komitmennya untuk menyediakan fasilitas tersebut, karena menurutnya asrama mahasiswa akan sangat membantu mahasiswa dalam menjalani studi dan menjadi tempat bagi mereka untuk berkumpul dan saling mendukung.
Webinar ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum. Diskusi ini mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemuda dalam membangun masa depan Aceh Besar yang lebih baik dan berkelanjutan.
