Selain melakukan peninjauan lapangan dan diskusi terbatas, rombongan ICMI Aceh juga menyerahkan wakaf Al-Qur’an kepada Pengurus ICMI Aceh Tengah untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Dalam pertemuan tersebut, ICMI Aceh Tengah juga mengusulkan penyelenggaraan Seminar Internasional terkait Penanggulangan Bencana yang direncanakan berlangsung di Takengon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2026.
Panitia seminar, Dr. Amna, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang narasumber dari berbagai negara, seperti Bahrain, Malaysia, Jepang, dan Indonesia.
Selain itu, panitia juga membuka call for papers bagi para ahli dari berbagai disiplin ilmu yang memiliki perhatian terhadap isu kebencanaan.
Menanggapi rencana tersebut, Taqwaddin Husin yang juga dosen pada Program Pascasarjana Magister Ilmu Kebencanaan USK menekankan agar pembahasan dalam seminar mengusung pendekatan hulu-hilir.
“Penanggulangan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan hutan di kawasan hulu hingga penataan sungai dan muara di hilir. Jangan hanya fokus pada aspek hilir semata,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Taqwaddin juga mengingatkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Ia menekankan pendekatan pentahelix yang melibatkan masyarakat, akademisi, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, dan pemerintah.
“Upaya penanggulangan bencana tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah. Diperlukan kemitraan yang kuat dari semua pihak,” pungkasnya. []
