Notification

×

Iklan

Iklan

Perjalanan para Mualaf Aceh Barat Belajar dalam Keterbatasan

25 Juli 2025 | Juli 25, 2025 WIB Last Updated 2025-07-26T04:06:23Z

Kasusaceh.com | Meuloboh – Pada hari Jumat 25 Juli 2025 di Mushala Al-Bayan di Desa Ujung Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, tampak berbeda dari hari-hari biasa. 


Menurut Pembina Muallaf Aceh Barat. Faisal. M.Pd. bahwa bukan karena jumlah jamaah yang membludak, tapi karena wajah-wajah yang datang dengan harap dan semangat. 


Wajah-wajah itu milik para mualaf Aceh Barat, orang-orang yang telah meninggalkan masa lalu demi mengikuti cahaya Islam, namun masih berjuang menata langkah di jalan baru mereka.


Sebanyak 30 orang mualaf tergabung dalam Forum Muallaf Aceh Barat, dari jumlah mualaf yang mencapai 100 lebih keseluruh di Aceh Barat. 


Mereka datang dari berbagai pelosok, ada yang harus menempuh belasan kilometer melewati jalan berlubang, ada pula yang mengandalkan tumpangan atau berjalan kaki demi satu tujuan yaitu belajar tentang Islam.


Mereka bukanlah orang-orang yang akrab dengan istilah fiqih, aqidah, atau tajwid. 


Banyak yang belum bahkan baru mengenal rukun wudhu, belum fasih membaca Al-Fatihah, atau masih kebingungan membedakan shalat Subuh dan Zuhur. Namun semangat mereka mengalahkan semua keterbatasan.


"Kami datang karena ingin belajar. Meski jauh, walau hujan, kami tetap ke mushola," kata Ketua Forum Mualaf Aceh Barat, Mulkan Sinurat kepada awak medi , Jumat usai melaksanakan pengajian di Mushalla Al Bayan.


Pengajian di Mushala Al-Bayan dan di Mushala Gampong Pasir menjadi tempat mereka menimba ilmu. 


Semuanya dilakukan dengan pendekatan hati, dengan kelembutan para ustadz yang memahami bahwa memulai dari nol bukan kelemahan, tapi keberanian.


Namun di balik ketulusan itu, ada kenyataan yang membuat hati terenyuh. Hingga hari ini, kegiatan mereka sepenuhnya bergantung pada donatur di luar dan dalam daerah. 


Bantuan tersebut berupa dana, hingga terkadang makanan dan bantuan itu tak datang setiap waktu.


"Kalau tidak ada bantuan, kami tetap mengaji, tapi kadang ada yang tak bisa hadir karena biaya transportasi. Banyak yang tinggal di tempat jauh," ujar Mulkan.


Mereka mengajukan harapan sederhana kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kiranya ada satu unit mobil dan lainnya sebagai operasional kegiatan pembinaan muallaf di Aceh Barat. []

×
Berita Terbaru Update