Tugas Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) hadir berkomitmen untuk pengelola dana masyarakat (Zakat, Infaq, Shadaqah, CSR, dan dana sosial lainnya) yang dapat memberikan tugas secara amanah dan profesional untuk pemberdayaan umat. LAZISNU juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengeluarkan zakat, infaq, dan sedekah dengan rutin dan tepat. LAZISNU juga berusaha andil dalam mengatasi problem kemiskinan, pengangguran, dan minimnya akses pendidikan yang layak.
Sebagai lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang didirikan untuk senantiasa berkhidmat untuk membantu kesejahteraan umat serta mengangkat harkat sosial melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah. Salah satu bentuk gerakan dari LAZISNU adalah bagaimana bisa berkhitmad untuk keluarga besar Nahdhiyin.
Bila komitmen kita semua dalam sebuah gerakan besar dari sedekah one day one thousand dapat gerbang menuju kemaslahatan umat lebih jauh. Gerakan sedekah one day one thousand ini merupakan perbuatan sederhana namun memang memberikan banyak manfaat bagi jamiyah maupun jamaah.
Walau hanya sehari seribu asalkan dilakukan dengan ikhlas tentunya akan memberikan manfaat yang luar biasa salah satu menghadirkan budaya surga dalam rumah tangga. Pepatah mengatakan siapa yang menanam dia yang akan menuainya. Siapa yang bersedekah dan berinfaq maka dia yang akan mendapat pahala kelak di kemudian hari.
Infaq dan Shadaqah merupakan bukti iman dan ketakwaan seseorang pada Allah. Selain itu, shadakah juga merupakan cara agar seseorang jadi pribadi yang pemurah, pribadi yang sabar, dan pribadi yang peduli dengan orang-orang di sekitarnya terutama mereka yang membutuhkan. Sedekah sendiri adalah amalan yang memiliki banyak keutamaan. Siapa yang ikhlas dan tulus bershadakah, Allah Swt tidak akan segan-segan melipat gandakan rizkinya, melimpahkan harta dan kebaikan untuknya.
Mengingat akan banyaknya pahala dan kebaikan yang disebabkan oleh amalan infaq dan shadaqah, maka jadikan diri dan keluarga kita menjadi bagian Gerakan ini one day one thusand sebagai gerbang yang menuju kebaikan kira semua. Karena dana yang terkumpul dari LAZISNU akan dikelola membantu dhuafa, santunan anak yatim, bahkan juga untuk memfasilitasi kemaslahatan umat.
Potensi ini akan memberikan banyak manfaat dari budaya shadaqah, yang bisa kita petik dari gerakan one day one thusand. Pertama, Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bila kita bersedekah dan membantu orang lain dengan ikhlas atas nama Allah SWT, tentu kita akan merasa lebih dekat dengan-Nya. Tak hanya itu, bersedekah juga membantu menguatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Tak diragukan lagi, Allah SWT menyayangi para hamba-Nya yang berbuat baik ikhlas karena-Nya.
Kedua, Mendapat balasan yang lebih banyak di kemudian hari. Infaq memang menjadi perbuatan baik yang harus dilakukan dengan ikhlas tanpa balasan apapun dari manusia lain. Namun, jika kita menyedekahkan harta di jalan Allah SWT, Allah SWT telah berjanji bahwa Ia akan melipatgandakan balasannya bagi siapa yang Ia hendaki. Janji ini tercantum dalam firman Allah SWT di Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 261 ”Orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dia infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), mereka memperoleh pahala di sisi tuhan mereka.Tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak merasa bersedih.”.
Ketiga, Menolak bala. Keajaiban lain dari bershadaqah di jalan Allah adalah menolak bencana. Rasulullah SAW bersabda dan mengimbau umatnya untuk bersegera bersedekah, karena bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Dalam HR Baihaqi dan Thabrani tersebut, Rasulullah juga menyebutkan bahwa sedekah dapat menolak 70 macam bala dan bencana. Terus kita berkomimen dalam berinfak dan shadaqah. Seperti pembagian sembako, Santunan kepada anak didik, hingga bedah rumah.
Keempat, menghapus dosa. Manusia adalah makhluk Allah SWT yang tidak luput dari dosa dan perbuatan. Namun, sifat Allah SWT yang penyayang membuat kita selalu berkesempatan untuk meminta ampunan dari-Nya. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meminta ampunan kepada Allah SWT adalah dengan bersedekah. Karena memang, bersedekah memiliki keutamaan untuk menghapus dosa. Dalam HR At-Tirmidzi, Rasullah SAW bersabda bahwa “Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api”.
Kelima, dengan berinfaq kita akan masuk Surga. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwasanya ada seorang lelaki yang karena sedekahnya Allah masukkan dia ke surga. Ketika didatangi dan ditanya oleh malaikat maut perbuatan baik apa yang menyebabkan lelaki itu masuk surga, ia menjawab, "Aku tidak mengetahui sesuatu pun amalan baik yang telah aku lakukan selain bahwa dahulu aku suka berjual beli barang dengan manusia ketika di dunia dan aku selalu mencukupi kebutuhan mereka. Aku memberi keluasan dalam pembayaran hutang bagi orang yang memiliki kemampuan dan aku membebaskan tanggungan orang yang kesulitan.
Zakat dan Infaq Membangun Potensi umat
Bila kita melihat potensi Zakat dan Infaq di Propinsi Aceh sangat besar termasuk dari gaji Aparatur Sipil Negara (ASN). Ketika kita teliti potensi Zakat dan infaq yang ada di Propinsi Aceh saat ini bisa mencapai (1 trliun) bila Badan Amil zakat dengan melakukan dengan manajemen yang moderen dan pengelolaan yang profesional. Baik potensi Zakat dari Aparatur Sipil Negara, Badan Usaha dan pengusaha Inventasi yang ada di Propinsi Aceh.
Memang potensi yang besar saat ini dalam pengelolaan Zakat dan infaq adalah dari pemotongan Zakat bagi ASN, dengan ketentuan bagi ASN mekanisme potongan 2,5 persen setiap bulan dari gajinya dan ini adalah sesuai dengan Qanun yang ada di Proponsi Aceh dalam hal optimalisasi penerimaan zakat dari aparatur negara.
Hanya saja potensi zakat itu memang besar apalagi Aparatur Sipil Negara jumlahnya terus bertambah dan ini kewajiban bagi umat Muslim untuk mengeluarkan zakat bila sudah sampai nisabnya. Dalam aturan yang ada itu bukanlah berarti zakat mal (harta benda) keseluruhan, melainkan hanya untuk zakat profesi. Sehingga bila ada ASN yang memiliki penghasilan di luar gaji bulanan mereka tetap akan membayar zakat mal mereka secara perorangan sesuai dengan aturan zakat dalam Islam.
Dan bila tidak mencapai gaji menurut ketentuan yang ada para muzakki bisa mengeluarkan infak saja dan hal tersebut tidak dalam dipaksakan,. Daerah Propinsi Aceh sudah lama dipungut zakat dan infaq bagi ASN yang sudah mencapai nisab dan haulnya. Tetapi bila belum mencapai nisab mereka di pungut infaq 1 % persen. Karena di Provinsi Aceh sudah ada Undang-undang Keistimewaan, serta telah ada Qanun tahun 2018 tentang setiap orang Islam atau Lembaga yang berdomisili di Provinsi Aceh yang memenuhi syarat menunaikan zakat itu dan wajib membayar pada Badan Baitul Mal di Propinsi Aceh.
Dengan Badan Baitul Mal merupakan Lembaga Daerah yang berwewenang melakukan tugas pengelolaan zakat, infaq dan harta Agama lainnya. Baitul Mal sebagai Lembaga resmi Pemerintah untuk mengelola zakat umat Islam. Semua zakat dari umat Islam di kelola oleh Batul Mal baik di Provinsi maupun Baitul Mal Kabupaten di seluruh Aceh. Menurut data Baitul Aceh tahun 2025 di Aceh zakat yang terkumpul di seluruh Aceh hampir mencapai (Rp 500 milyar) lebih. Dan terus meningkat dari sebelumnya, karena dari tahun ke tahun penerimaan zakat di
Aceh terus meningkat disebabkan adalah kesadaran masyarakat dalam menunaikan rukun Islam tersebut sudah semakin tumbuh.
Dan juga kepercayaan masyarakat terhadap peran Baitul Mal di Propinsi Aceh selama ini semakin nyata, sehingga kepercayaan masyarakat terus semakin meningkatkan pembayaran zakat. Bahkan zakat sekarang itu bisa juga membayarnya melalui program aplikasi ATM Bank yang ada di Aceh dan bentuk lainnya. Sehingga dengan mudah masyarakat bisa langsung transaksi tanpa harus ke kantor Baitul Mal untuk menyetor zakatnya.
Pendapatan zakat di Baitul Mal Aceh tersebut selain pemotongan langsung dari pegawai negeri yang sudah mencapai nisab zakat, juga banyak perorangan yang mendatangi langsung lembaga Baitul Mal di seluruh Acehuntuk menunaikan kewajibannya.
Maka dari itu kedepan diharapkan semoga Baitul Mal di seluruh Aceh terus menjadi rumah atau solusi dalam mengentas kemiskinan di Aceh dengan program-program yang berbentuk produktif. Dan bisa bekerja sama dengan Lembaga lainnya seperti LAZISNU yang ada di Aceh. Sehingga dana zakat dan infaq pada Baitul Mal dan LAZISNU di seluruh Aceh bisa membangun ekonomi masyarakat luas.
Bila kita melihat dana zakat dan infaq adalah merupakan bentuk dari pengentasan kemiskinan, begitu juga dana zakat dan infaq dari masyarakat Aceh di seluruh Propinsi Acehsecara kusus terwujud akan berjalan dengan baik, zakat dan infak akan disalurkan kepada para mustahiqnya sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Baik dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat maupun dalam bentuk konsumtif bantuan langsung.
Lembaga-lembaga Zakat dan Infaq yang ada di Proponsi Aceh terus berinovasi dalam pengelolaan dana Zakat dan infaq dari umat islam seluruh Aceh akan membawa kesejahteran bagi umat islam itu sendiri.
Jadilah shadaqah sebagai budaya harian hidup kita hari ini. Jangan lihat seberapa yang dikeluarkan. Yang terpenting adalah istiqamah, ikhlas, dan semua dilakukan atas nama Allah SWT. LAZISNU terus berkiprah, umat mendapat berkah dan berdaya dalam kehidupan ini, Aminn…